Model Pembelajaran Osborn Dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa
Abstract:
Kemampuan pemecahan masalah matematis sangat diperlukan dalam proses pembelajaran. Salah satu kompetensi pembelajaran matematika adalah menunjukkan sikap logis, kritis, analitis, cermat dan teliti, bertanggung jawab, responsif, dan tidak mudah menyerah dalam memecahkan masalah. Permasalahan selanjutnya siswa yang tidak menyukai matematika mengganggap matematika adalah suatu mata pelajaran yang diidentikkan sebagai mata pelajaran rumit yang membosankan. Pendapat ini menjadi salah satu faktor lemahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa Indonesia. Hal ini yang menyebabkan hasil belajar siswa rendah. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemecahan masalah siswa adalah dengan menggunakan suatu pembelajaran yang aktif agar siswa dapat memahami materi yang disampaikan agar untuk menjadi panduan dalam menyelesaikan suatu masalah yaitu model pembelajaran Osborn. Model pembelajaran Osborn adalah model pembelajaran kreatif. Model ini merupakan perangkat fleksibel yang dapat diterapkan untuk menguji problem-problem dan isu-isu nyata. Kegiatan ini mendorong munculnya banyak gagasan, termasuk gagasan berani dengan harapan bahwa gagasan tersebut dapat menghasilkan gagasan yang kreatif. Model pembelajaran Osborn terjadi antara peserta didik dengan peserta didik dalam berdiskusi kelompok untuk memecahkan masalah yang telah diberikan. Dengan demikian dengan menggunakan model pembelajaran Osborn kemampuan pemecahan masalah baik