Analisis Implementasi Pembelajaran Menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar di Kelas IV dalam Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar Negeri 2 Tanjung Aman Tahun Ajaran 2024/2025
Abstract:
Implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid, adaptif, dan kontekstual. Namun, dalam praktiknya, banyak sekolah masih menghadapi tantangan dalam menerapkan kurikulum ini secara menyeluruh. Salah satu mata pelajaran yang cukup terdampak adalah Matematika, yang menuntut pendekatan pembelajaran yang fleksibel dan diferensiatif sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. Di SDN 2 Tanjung Aman, penerapan Kurikulum Merdeka masih berada pada tahap awal dan belum konsisten di semua aspek pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Kurikulum Merdeka di kelas IV, khususnya dalam pembelajaran Matematika, melalui observasi, wawancara dengan guru, dan analisis dokumen pembelajaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 15 indikator Kurikulum Merdeka yang diamati, hanya 46,67% yang telah diterapkan secara konsisten. Dalam konteks pembelajaran Matematika, guru telah menyusun tujuan pembelajaran berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) dan menyampaikannya secara komunikatif. Namun, pendekatan pembelajaran masih bersifat klasikal dan belum mengakomodasi kebutuhan individual siswa, sehingga prinsip pembelajaran terdiferensiasi belum sepenuhnya diterapkan. Asesmen diagnostik belum dilaksanakan secara sistematis, yang berdampak pada kurang tepatnya strategi pembelajaran Matematika yang digunakan. Modul ajar Matematika juga belum dikembangkan secara kontekstual dan masih mengandalkan sumber eksternal tanpa disesuaikan dengan karakteristik siswa. Selain itu, pelaporan hasil belajar masih didominasi oleh angka tanpa narasi deskriptif yang mencerminkan proses dan capaian pembelajaran siswa secara menyeluruh. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya dalam pembelajaran Matematika, masih bersifat parsial dan memerlukan penguatan dalam berbagai aspek penting, seperti asesmen diagnostik, diferensiasi pembelajaran, pengembangan modul ajar, serta pelaporan yang holistik. Diperlukan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan agar guru mampu mengembangkan strategi pembelajaran Matematika yang kontekstual, adaptif, dan berpihak pada murid sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka.