Religiusitas dalam Novel Pesantren Impian Karya Asma Nadia dan Relevansinya untuk Pembelajaran Sastra di SMA: Tinjauan Sosiologi Sastra
Abstract:
This study aims to (1) reveal the structural elements of the novel Pesantren Impian by Asma Nadia; (2) explain the religious values within the novel Pesantren Impian through a sociological literary approach; and (3) describe how these religious values can be applied in high school literature learning. A qualitative descriptive method is used, focusing on presenting data descriptively and analyzing it in depth. The primary object of this study is the novel Pesantren Impian. Data collection techniques consist of library research, attentive reading, and note-taking. The data analysis process employs hermeneutic analysis, which emphasizes understanding and interpreting the text. The results indicate that (1) the central theme of Pesantren Impian revolves around the life journeys of fifteen adolescents with troubled pasts who undergo rehabilitation at an Islamic boarding school called Pesantren Impian; (2) the religious values identified include Islamic aqidah, such as faith in Allah expressed through reciting istighfar, istirja’, and basmallah; moral values toward Allah, including trust in God, repentance, gratitude, patience, reciting shalawat, politeness, social awareness, empathy, self-improvement, steadfastness, enthusiasm, humility, forgiveness, and care for animals; as well as sharia-based values focused on worship practices such as prayer, Qur’an recitation, fasting, ablution, aqiqah, supplication, marriage, and covering the aurat; and (3) the integration of religious values from the novel into high school literature learning aligns with the Independent Curriculum through the application of the Pancasila Student Profile.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengungkap struktur yang membangun novel Pesantren Impian karya Asma Nadia; (2) menjelaskan nilai-nilai religius yang terdapat dalam novel Pesantren Impian melalui pendekatan sosiologi sastra; serta (3) memaparkan bagaimana nilai-nilai religius tersebut dapat diterapkan dalam pembelajaran sastra di tingkat SMA. Penelitian ini memakai metode deskriptif kualitatif, yakni penelitian yang bersifat memaparkan data apa adanya dan dianalisis secara mendalam. Novel Pesantren Impian karya Asma Nadia ditetapkan sebagai objek kajian. Teknik pengumpulan data meliputi studi pustaka, kegiatan menyimak, dan pencatatan. Proses analisis data menggunakan pendekatan hermeneutik yang menekankan pada proses memahami dan menafsirkan teks.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tema utama novel Pesantren Impian adalah perjalanan hidup lima belas remaja dengan masa lalu kelam yang mengikuti proses pembinaan dan pemulihan diri di sebuah pesantren bernama Pesantren Impian; (2) nilai religius yang ditemukan mencakup nilai akidah Islam seperti keimanan kepada Allah yang tampak melalui pelafalan istighfar, istirja’, dan basmallah; nilai akhlak terhadap Allah seperti tawakal, taubat, syukur, sabar, membaca shalawat, sikap sopan, kepedulian sosial, jiwa tolong-menolong, usaha memperbaiki diri, keteguhan prinsip, semangat, kerendahan hati, pemaaf, serta kasih sayang kepada hewan; dan nilai syariah yang muncul terutama pada aspek ibadah seperti shalat, membaca Al-Qur’an, puasa, wudhu, aqiqah, berdoa, menikah, dan menutup aurat; serta (3) penerapan nilai religius dalam pembelajaran sastra di SMA dapat dilakukan melalui Kurikulum Merdeka dengan mengacu pada Profil Pelajar Pancasila.