Analisis Kesantunan Berbahasa dalam Film "Keluarga Cemara" Sutradara Yandy Laurens sebagai Alternatif Bahan Ajar di Sekolah Menengah Atas
Abstract:
Bertutur tidak hanya sekadar menggunakan bahasa dalam berkomunikasi, tetapi juga berkaitan dengan kesantunan berbahasa itu sendiri. Kesantunan berbahasa adalah wujud penghormatan dan penghargaan kepada mitra tutur. Apalagi dalam dunia pendidikan, kesantunan berbahasa memiliki peran penting dalam kemampuan berbahasa peserta didik. Namun, dewasa ini, tingkat penghormatan peserta didik terhadap guru semakin berkurang dengan indikasi peserta didik cenderung berbicara kepada guru layaknya kepada teman sebaya. Hal tersebut semakin memudarkan etika dalam berkomunikasi di lingkungan peserta didik. Dekadensi kesantunan di lingkungan peserta didik itulah yang menjadi masalah dalam penelitian ini. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk pematuhan prinsip kesantunan berbahasa dalam film “Keluarga Cemara” sutradara Yandy Laurens. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini berupaya untuk menganalisis kesantunan berbahasa yang terdapat dalam dialog film “Keluarga Cemara”. Dalam pelaksanannya, peneliti membuat transkrip tuturan, kemudian dilanjutkan dengan teknik catat, setelah mendapatkan data selanjutnya peneliti mencatat hasil temuan kesantunan, dan pada tahap terakhir peneliti menyimpulkan hasil dari data keseluruhan. Hasil penelitian yang dilakukan, terdapat 44 data yang yang relevan dengan teori kesantunan berbahasa yang dikemukakakn oleh Leech, yaitu maksim kebijaksanaan, maksim penerimaan, maksim kemurahan, maksim kerendahan hati, maksim kecocokan, dan maksim kesimpatian. Berkaitan dengan tiga aspek penting dalam pemilihan bahan ajar, yaitu aspek bahasa, kematangan jiwa, dan latar belakang budaya, film “Keluarga Cemara” telah memenuhi kriteria bahan ajar yang baik. Oleh karena itu, kesantunan berbahasa dalam film “Keluarga Cemara” sutradara Yandy Laurens layak dijadikan alternatif bahan ajar bagi peserta didik sekolah menengah atas.