DESKRIPSI POLA PIKIR TOKOH DALAM NOVEL AYAHKU (BUKAN) PEMBOHONG KARYA TERE LIYE SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR DI SEKOLAH MENENGAH ATAS

Published: Aug 1, 2022

Abstract:

Pola pikir memiliki peran penting dalam kehidupan sehar-hari. Pola pikir merupakan salah satu pedoman hidup dalam mengembangkan gagasan. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan pola pikir tetap dan pola pikir berkembang dalam novel Ayahku (Bukan) Pembohong karya Tere Liye. Metode dalam analisis ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan penuh ketelitian dan ketekunan. Dalam penelitian ditemukan 33 data masuk ke dalam kategori Pola pikir tetap yang terbagi antara Memiliki keyakinan bahwa inteligensi, bakat, sifat adalah sebagai fungsi hereditas/keturunan 2 data. Menghindari adanya tantangan 1 data. Mudah menyerah 4 data. Menganggap usaha tidak ada gunanya 10 data. Mengabaikan kritik 7 data. Merasa terancam dengan kesuksesan orang lain 9 data Selain itu dalam kategoti pola pikir berkembang ditemukan 47 data, diantaranya yaitu Memiliki keyakinan bahwa intelegensi, bakat, dan sifat bukan merupakan fungsi hereditas/keturunan 5 data. Menerima tantangan dan bersungguh-sungguh menjalankannya 11 data. Tetap berpandangan kedepan dari kegagalan 7 data. Berpandangan positif terhadap usaha 8 data. Belajar dari kritik 5 data. Menemukan pelajaran dan mendapatkan inspirasidari kesuksesan orang lain 11 data. Novel Ayahku (Bukan) Pembohong karya Tere Liye sudah sesuai untuk dijadikan sebagai alternatif bahan ajar di SMA. Hal itu dikarenakan bahasa dalam novel ini mudah dipahami dan sesuai dengan peserta didik. Psikologis yang terdapat pada novel ini mengajarkan kepada anak SMA untuk berfikir kedepan dan semangat belajar. Lalu, latar belakang sosial budaya nya pun sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia, yaitu memberikan hadiah antarsesama.

Keywords:
1. pola pikir, psikologi sastra, novel
Authors:
Iis Noviyanti
How to Cite
Noviyanti, I. (2022). DESKRIPSI POLA PIKIR TOKOH DALAM NOVEL AYAHKU (BUKAN) PEMBOHONG KARYA TERE LIYE SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR DI SEKOLAH MENENGAH ATAS. Griya Cendikia, 7(2), 341–360. https://doi.org/10.47637/griya-cendikia.v7i2.299