Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan daya tahan aerobik dan anaerobik siswa ekstrakurikuler bola basket putra di SMA Negeri 1 Kotabumi. Kemampuan daya tahan merupakan aspek penting dalam olahraga bola basket, yang membutuhkan stamina dan kekuatan fisik optimal selama pertandingan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik survei serta tes pengukuran. Sampel penelitian terdiri dari 11 siswa putra yang aktif mengikuti ekstrakurikuler bola basket. Instrumen yang digunakan meliputi Multistage Fitness Test (MFT) untuk mengukur daya tahan aerobik dan Running-based Anaerobic Sprint Test (RAST) untuk daya tahan anaerobik. Hasil MFT menunjukkan rata-rata VO2 Maks sebesar 45,3 mL/kg/menit dengan kategori baik (45,5%), sedang (36,4%), dan kurang (18,1%). Hasil RAST menunjukkan daya maksimum rata-rata 250 watt, daya minimum 180 watt, dan indeks kelelahan rata-rata 11,5 dengan kategori baik (27,3%), cukup (54,5%), dan kurang (18,2%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki daya tahan aerobik dalam kategori sedang hingga baik, serta daya tahan anaerobik bervariasi antara cukup hingga baik. Temuan ini dapat menjadi acuan bagi pelatih dalam merancang program latihan yang lebih efektif untuk meningkatkan daya tahan siswa dalam permainan bola basket.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh latihan shuttle run dan zig-zag run terhadap peningkatan teknik dribble futsal pada siswa ekstrakurikuler di SDN 1 Rejosari. Teknik menggiring bola (dribbling) merupakan keterampilan dasar yang sangat penting dalam futsal, terutama pada usia perkembangan dasar (grassroots). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari 15 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan keaktifan mereka dalam kegiatan ekstrakurikuler futsal. Latihan diberikan selama delapan minggu dengan total 16 sesi, masing-masing terdiri dari latihan shuttle run dan zig-zag run. Pengukuran dilakukan menggunakan Dribbling Test, dengan hasil pre-test dan post-test dibandingkan untuk mengevaluasi peningkatan kemampuan dribbling. Data dianalisis menggunakan uji normalitas dan uji paired t-test dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kemampuan dribbling siswa setelah mengikuti program latihan. Rata-rata waktu dribbling menurun dari 13,41 detik pada pre-test menjadi 9,38 detik pada post-test. Seluruh siswa yang awalnya mayoritas berada dalam kategori "Sedang" berhasil mencapai kategori "Baik Sekali" pada post-test. Hasil uji paired t-test mengonfirmasi bahwa perbedaan hasil pre-test dan post-test signifikan secara statistik (p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa latihan shuttle run dan zig-zag run efektif dalam meningkatkan teknik dribble futsal siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pelatih futsal untuk merancang program latihan yang dapat mengembangkan kemampuan teknis pemain, khususnya pada tahap pembinaan usia dini.
Abstrak: Penelitian ini mengevaluasi kondisi fisik atlet karate putra dari GOJU ASS Lampung Utara melalui berbagai tes fisik. Tes meliputi kecepatan lari 30 meter, kekuatan otot lengan (Push Up), kekuatan otot perut (Sit Up), daya ledak otot lengan (Medicine Ball), kelincahan (T-Test), kelentukan (Sit and Reach), power endurance (Standing Triple Jump), dan daya tahan jantung paru (Lari 1600 Meter). Hasil menunjukkan bahwa atlet putra memiliki kecepatan rata-rata 4,02 detik dan kekuatan otot lengan dengan 45 repetisi Push Up. Kemampuan Sit Up atlet putra mencapai 45 repetisi. Daya ledak otot lengan masih perlu ditingkatkan, dengan rata-rata 6 meter. Kelentukan dan kelincahan atlet putra menunjukkan hasil baik, dengan nilai rata-rata 16,97 cm untuk kelentukan dan 9,64 detik untuk kelincahan. Power endurance atlet putra juga menunjukkan hasil baik dengan Standing Triple Jump, dan daya tahan jantung paru sangat baik dengan catatan waktu 6:20 menit. Studi ini merekomendasikan program latihan terstruktur untuk meningkatkan daya ledak otot dan menjaga kondisi fisik atlet karate putra.
Kata Kunci: Kondisi Fisik, Atlet Karate, Tes Fisik, Daya Tahan, Kecepatan, Kekuatan Otot, Daya Ledak Otot, Kelincahan.