Penelitian ini merupakan hasil penelitian analisis faktor internal kesulitan membaca permulaan dari siswa kelas I. Siswa yang tidak menguasai keterampilan membaca permulaan dengan baik akan kesulitan mengikuti pembelajaran seperti semestinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian observasi kemampuan membaca permulaan terdapat setengah dari jumlah siswa kelas I mengalami kesulitan membaca permulaan dengan aspek yang diteliti. Siswa masih kurang dalam penguasaan kosa kata, kesulitan merangkai kata, terbata-bata dalam mengeja, menyebutkan kata dengan asal saja. Pada faktor yang menyebabkan kesulitan membaca permulaan yaitu keadaan fisik siswa sehat tanpa ada kekurangan dalam fisik maupun alat indra. Psikologi yang meliputi kemampuan intelegensi siswa yang masih beberapa siswa kesulitan mengikuti pembelajaran, bakat siswa belum sepenuhnya terlihat berkembang pada membaca, minat belajar siswa masih kurang khususnya membaca terlihat ketertarikan pada buku bacaan, usia siswa sudah siap untuk menerima pembelajaran. Pada motivasi masih memerlukan dorongan dari luar karena motivasi dalam diri belum membuat siswa memahami hal yang harus dikuasi dan dikerjakan. Keadaan psikoemosional siswa kesulitan membaca permulaan kurang baik karena ejekan dari teman di sekitar membuat semangat belajar dan rasa percaya diri siswa hilang.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah masih rendahnya hasil pembelajaran bahasa Indonesia pada materi kalimat efektif khususnya di SD Negeri 02 Kotabumi Tengah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penggunaan media kartu kata terhadap peningkatan kemampuan menulis kalimat efektif siswa kelas III SD Negeri 02 Kotabumi Tengah. Metode yang digunakan adalah Quasi Exsperimental Desaign dengan pendekatan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa t hitung > t tabel berdasarkan hasil penghitungan menggunakan uji t yaitu 2,024 pada taraf signifikasi 0,05. Sehingga hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan media kartu kata terhadap peningkatan kemampuan menulis kalimat efektif siswa kelas III SD Negeri 02 Kotabumi Tengah.
Masalah pada penelitian ini adalah kurangnya motivasi belajar siswa yang menyebabkan banyaknya siswa yang belum mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif yang dilaksanakan pada jenjang sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian reward (hadiah) terhadap motivasi belajarsiswa Sekolah Dasar Soekarno Hatta Kotabumi. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan 32 siswa sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Pada angket pemberian hadiah dalam analisis reliabilitas mendapatkan hasil (r11= 0,799) sedangkan angket motivasi belajar siswa didapatkan hasil (r11=0,806). Data analisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Pada angket pemberian hadiah di peroleh Lhitung sebesar 0,137 sedangkan untuk angket motivasi belajar didapatkan Lhitung sebesar 0,151, jadi kedua angket ini berdistribusi normal. Uji hipotesis terdapat pengaruh pemberian hadiah terhadap motivasi belajar dengan koefisien korelasi rxy sebesar 0,797 dengan rtabel = 0,349 dengan kriteria rhitung > rtabel, berdasarkan data tersebut disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian hadiah (reward) terhadap motivasi belajar siswa di SDS Soekarno hatta kotabumi Tahun Pelajaran 2024/2025.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kemampuan menulis permulaan siswa kelas I Sekolah Dasar Negeri 02 Rejosari Tahun Ajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian observasi kemampuan menulis permulaan terdapat 5 siswa mendapatkan nilai di bawah KKM pada aspek menuliskan huruf alfabet, 6 siswa mendapatkan nilai di bawah KKM pada aspek menirukan dan menyalin tulisan, 7 siswa mendapatkan nilai di bawah KKM pada aspek menuliskan kata dengan sempurna, 20 siswa mendapatkan nilai di bawah KKM pada aspek tulisan stabil, dan 17 siswa mendapatkan nilai di bawah KKM pada aspek tulisan bisa terbaca. Dari 22 jumlah siswa kelas I, terdapat banyak siswa yang masih kurang menguasai keterampilan menulis permulaan.
Permasalahan yang sering terjadi dalam pembelajaran bahasa Indonesia yaitu rendahnya hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa yang rendah dapat terjadi karena kurangnya kreativitas guru dalam aktivitas pembelajaran di kelas. Masalah dalam penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia menggunakan metode pembelajaran problem solving kelas IV SD Negeri 4 Gapura. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode problem solving pada siswa kelas IV SD Negeri 04 Gapura Kotabumi Lampung Utara tahun pelajaran 2024/2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan melalui siklus I dan II. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang sudah dilaksanakan dengan dua siklus pada siswa kelas 4 di SD Negeri 04 Gapura terlihat terdapat peningkatan hasil belajar siswa pembelajaran bahasa Indonesia menggunakan metode problem solving. Hasil belajar siswa pada siklus 1, terdapat 3 (10%) siswa dengan keterangan tinggi, 16 (51%) siswa dengan keterangan sedang, dan 12 (39%) siswa dengan keterangan rendah. Sedangkan hasil belajar siswa pada siklus 2, terdapat 2 (6%) siswa dengan keterangan sangat baik, 21 (68%) siswa dengan keterangan baik, dan 8 (26%) siswa dengan keterangan cukup. Terdapat 28 (90%) siswa memperoleh nilai > 70 yang menunjukkan tingkat ketuntasan pada siklus ini cukup baik. Hasil belajar siswa tersebut menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar pada pelajaran bahasa Indonesia menggunakan metode pembelajaran problem solving siswa kelas IV SD Negeri 04 Gapura tahun pelajaran 2024/2025.
Metode pembelajaran drill merupakan pendekatan yang menekankan latihan berulang-ulang untuk meningkatkan kecepatan dan pemahaman membaca. Penggunaan metode pembelajaran drill dalam membaca permulaan merupakan penerapan terbaru yang digunakan agar siswa memahami membaca permulaan dengan lebih baik. Tujuan penelitian digunakan untuk dapat mendeskripsikan metode pembelajaran drill yang digunakan dalam membaca permulaan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes membaca yang diberikan sebelum dan sesudah penerapan metode drill. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode drill dapat meningkatkan kelancaran membaca siswa. Siswa yang dilatih dengan metode drill menunjukkan peningkatan dalam kecepatan membaca, kemampuan memahami teks, serta kepercayaan diri saat membaca. Selain itu, metode ini juga berhasil mengatasi kebosanan dengan mengintegrasikan berbagai aktivitas menyenangkan. Kesimpulannya, metode drill efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca permulaan pada siswa sekolah dasar dan dapat menjadi strategi pembelajaran yang bermanfaat jika diterapkan dengan cara yang variatif dan menarik dalam memberikan pemahaman dalam membaca permulaan di SDN 01 Trimodadi. Penelitian ini memberikan rekomendasi agar guru terus menggunakan metode drill dengan berbagai variasi aktivitas untuk menjaga minat siswa. Sekolah diharapkan menyediakan dukungan berupa bahan bacaan yang menarik dan pelatihan tambahan bagi guru, serta mendorong siswa untuk konsisten dalam latihan membaca baik di dalam maupun di luar sekolah.
Pendidikan dianggap sebagai investasi paling berharga dalam pengembangan sumber daya manusia bagi suatu bangsa. Namun, fenomena bullying di sekolah menjadi ancaman serius bagi upaya peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan siswa. Bullying, baik dalam bentuk fisik maupun non-fisik, memiliki efek merugikan tidak hanya pada korban tetapi juga pada pelaku dan lingkungan sekolah secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami fenomena bullying di SD Negeri 02 Sukamaju. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan guru kelas, siswa, dan orang tua. Temuan penelitian menunjukkan bahwa bullying di sekolah ini terjadi dalam berbagai bentuk, seperti fisik (menendang, memukul) dan non-fisik (menggoda, mengancam). Mahasiswa yang menjadi korban bullying mengalami dampak yang signifikan, seperti menurunnya rasa percaya diri, terganggunya kesehatan mental, dan gangguan prestasi akademik. Sekolah telah melakukan upaya untuk mengatasi bullying, termasuk penerapan peraturan, bimbingan dan pengawasan siswa, dan strategi oleh guru kelas untuk menangani kasus bullying. Namun, masih ada beberapa faktor yang perlu ditingkatkan, seperti koordinasi antar pemangku kepentingan sekolah, komunikasi yang efektif dengan orang tua, dan peningkatan keterlibatan semua komponen sekolah dalam upaya pencegahan dan intervensi bullying. Kesimpulannya, bullying di SDN Negeri 02 Sukamaju merupakan permasalahan yang memerlukan perhatian serius dari semua pihak terkait. Upaya yang terkoordinasi dan berkelanjutan diperlukan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, mendukung, dan bebas perundungan untuk mencapai pendidikan yang berkualitas dan komprehensif bagi siswa.