Griya Cendikia

Griya Cendikia (P-ISSN: 2503-3255) is regularly published twice a year in February and August. The procedure starts with the submission process, review, revision, plagiarism check, and finally publish. Griya Cendikia is a journal that contains articles in the form of critical analysis writing, the results of research in the field of education. Regarding Copyrights: (1) The copyright of all journal manuscripts is held by Griya Cendikia; (2) Formal legal provisions for accessing digital articles of electronic journa... Readmore

Griya Cendikia (P-ISSN: 2503-3255) is regularly published twice a year in February and August. The procedure starts with the submission process, review, revision, plagiarism check, and finally publish. Griya Cendikia is a journal that contains articles in the form of critical analysis writing, the results of research in the field of education. Regarding Copyrights: (1) The copyright of all journal manuscripts is held by Griya Cendikia; (2) Formal legal provisions for accessing digital articles of electronic journals are subject to the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License (CC-BY), which means that Griya Cendikia Journal has the right to store, transfer media/format, manage in the form of a d... Readmore

ISSN
2503-3255 (printed) | 2985-3095 (online)
Published
2025-07-14

Articles

The Factors Affecting Students Low Interest on Writing Narrative Text for Ninth Grade of SMP Negeri 12 Kotabumi Academic Year 2024/2025

This study examines and discusses the factors that influence the low interest of students in writing narrative texts in grade IX students of SMP Negeri 12 Kotabumi in the 2024/2025 academic year. The researcher used a descriptive qualitative research method. The instruments used in this study were document data and interviews. In this study, the data collection technique used by the researcher was an in-depth interview technique with 6 class students. The results of this study illustrate that there are 2 factors that influence the low interest of students in writing narrative texts. The two influencing factors are internal and external factors. Internal factors consist of health, interest, talent and motivation. The results of the study on the internal factor of student health did not find any problems, on interest there were 5 students who were not interested in writing, for talent there were 4 students who felt they had no talent, and motivation there were 4 students who felt they had no motivation in writing narrative texts. While external factors consist of family, surrounding environment and school. The results of the study on external factors of students' families did not find any problems, there were 5 students who did not get support from the surrounding environment, and there were no students who had problems at school. Of these two factors, the most dominant factor influencing students' lack of ability in writing narrative texts is the internal factor of interest.

Bahasa Sindiran dalam Program Lawakan Tunggal Bertajuk Somasi pada Siniar Youtube Deddy Corbuzier

Masalah dalam penelitian ialah Bahasa Sindiran dalam Program  Bertajuk Somasi Pada Siniar YouTube Deddy Corbuzier. Tujuan dalam penelitian ini ialah mengetahui Bahasa Sindiran dalam Program Lawakan Tunggal Bertajuk Somasi Pada Siniar YouTube Deddy Corbuzier. Metode dalam penelitian ini ialah metode kualitatif. Pada hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat beberapa bahasa sindiran yang terbagi menjadi tiga jenis yaitu ironi, sarkasme, dan sinisme. Berdasarkan data yang ditemukan terdapat ironi yang berupa bahasa yang menipu pada Program Lawakan Tunggal Bertajuk Somasi. Pada siniar tersebut ada bahasa sindiran yang berisikan sarkasme pada pemerintah. Dalam siniar tersebut terdapat sinisme yang ditujukan ejekan pada pemerintah yang buruk. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa Program Lawakan Tunggal Bertajuk Somasi berisikan bahasa sindiran.

Analysis Strategies of Vocabulary Retention Difficulties of High and Low Ability Students at The Fifth Semester of English Education Study Program University of Muhammadiyah Kotabumi Academic Year 2024/2025

This research aims to analyze strategies in dealing with vocabulary retention difficulties experienced by students with high and low abilities in the fifth semester of the English Language Education Study Program, muhammadiyah university of kotabumi, academic year 2024/2025. Vocabulary retention is ability to store or remember as many words as possible by engaging in various activities. This study uses qualitative descriptive method with data collection techniques in the from of closed interviews. The results of the study are expected to provide insight into the effectiveness of strategies used by students with different levels of ability and provide recommendations for more effective English teaching.

An Analysis of Game Activities Affecting Jundiy Marwan Hadid’s English Speaking Skill (A Case Study of an Online Gamer)

This reserach explores the game-related activities that affect Jundiy Marwan Hadid’s English-speaking skill, aiming to answer the question: What activities influence his English-speaking ability? Using a qualitative case study approach, data were gathered through an in-depth interview with the subject. The findings reveal four main activities that positively contribute to his speaking development: interacting with people from other countries, engaging in multiplayer social interactions, experiencing a fun and motivating environment, and gaining frequent opportunities to practice. These activities enhance his vocabulary and improve his speaking fluency. The results are supported by Vygotsky’s Sociocultural Theory (1978), emphasizing the role of social interaction in language learning.

Analisis Morfem Bebas dan Terikat dalam Kumpulan Puisi Pagi Lalu Cinta Karya Isbedy Stiawan Zs Sebagai Alternatif Bahan Ajar di Sekolah Menengah Atas

Masalah dalam penelitian ialah Morfem Bebas dan Terikat dalam Kumpulan Puisi Pagi Lalu Cinta karya Isbedy Stiawan ZS sebagai Alternatif Bahan Ajar di Sekolah Menengah Atas. Tujuan dalam penelitian ini ialah mengetahui Morfem Bebas dan Terikat dalam Kumpulan Puisi Pagi Lalu Cinta karya Isbedy Stiawan ZS sebagai Alternatif Bahan Ajar di Sekolah Menengah Atas. Metode dalam penelitian ini ialah metode kualitatif. Pada hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat beberapa morfem yang terbagi menjadi dua jenis yaitu morfem bebas. Di dalam morfem bebas dan terikat yang telah dianalisis terdapat beberapa unsur-unsur yang mencakup morfem. Morfem bebas dan terikat dapat digunakan sebagai bahan ajar karena telah memenuhi syarat dari aspek bahasa, psikologi, dan latar belakang budaya.

Analysis of Fricative Consonant Pronunciation of High-Ability Students In The Fifth Semester of The English Education Study Program At Muhammadiyah University Kotabumi Academic Year 2024/2025

This research aims to analyze the pronunciation of fricative consonants among high-ability students in the fifth semester of the English Education Study Program at Muhammadiyah University Kotabumi in the academic year 2024/2025. The study uses a qualitative method to explore how these students articulate English fricative sounds, which include /f/, /v/, /θ/, /ð/, /s/, /z/, /ʃ/, /ʒ/, and /h/. Data were collected through pronunciation tests and video recordings of eight high-ability students, selected based on their high scores in Vocabulary and Pronunciation courses. The analysis focuses on three main aspects: the accuracy of pronunciation, common pronunciation errors, and the most problematic fricative consonants. The findings reveal that although the students generally performed well, certain sounds such as /ʒ/, /v/, /θ/, and /ð/. were frequently mispronounced. Common errors included substitution, omission, and insertion, often influenced by differences between the English and Indonesian sound systems. The study highlights the need for increased focus on phonetic training and pronunciation practice, particularly for sounds not found in the students' native language.

Analisis Kohesi Gramatikal pada Lirik Lagu dalam Album Ruang Hati dan Penguasa Hati Karya Ungu sebagai Alternatif Bahan Ajar

Permasalahan dalam penelitian ini adalah kohesi gramatikal pada lirik lagu dalam album Ruang Hati dan Penguasa Hati karya Ungu sebagai alternatif bahan ajar di sekolah menengah atas. Tujuan dari penenlitian iniadalah mendeskripsikan kohesi gramatikal pada lirik lagu dalam album Ruang Hati dan Penguasa Hati karya Ungu dan penentuan kelayakan lirik lagu sebagai alternatif bahan ajar di sekolah menengah atas. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat kohesi gramatikal pada lirik lagu dalam album Ruang Hati dan Penguasa Hati karya Ungu, yaitu (1) Referensi, (2) Elipsis, (3) Konjungsi. Dari ketiga macam kohesi gramatikal pada lirik lagu, konjungsi lebih banyak ditemukan. Setelah itu, banyak juga ditemukan referensi, dan elipsis. Kohesi gramatikal yang terjadi di dalam lirik lagu dapat dijadikan pembelajaran bagi siswa di sekolah menengah atas. Lirik lagu Ruang Hati dan Penguasa Hati karya Ungu layak untuk dijadikan alternatif sebagai bahan ajar di sekolah menengah atas karena kriteria aspek kebahasaan, psikologi, dan latar belakang budaya siswa. Dilihat dari aspek kebahasaan ditemukan penggunaan bahasa indonesia sehari-hari. Aspek psikologi pada lirik lagu tersebut dapat dijadikan pembelajaran bagi siswa. Pada aspek latar belakang budaya dalam lirik lagu juga dekat sesuai dengan kondisi lingkungan siswa.  

Senior High School Students Anxiety in English Speaking

This paper, titled "Senior High School Students’ Anxiety in English Speaking", discusses the anxiety experienced by senior high school students in speaking English, which is one of the essential skills in foreign language learning. The objective of this paper is to examine the forms, causes, and impacts of students' anxiety when speaking English. The discussion in this paper shows that speaking skills involve not only linguistic knowledge, such as vocabulary and grammar, but also affective factors such as self-confidence, motivation, and anxiety. Many students experience anxiety, nervousness, or fear of making mistakes when asked to speak in front of the class, which leads to a decrease in speaking performance quality. This anxiety stems from social pressures, lack of mastery over the material, and concern about negative evaluations from both teachers and peers. Symptoms of anxiety experienced by students include trembling voices, stumbling speech, and loss of focus while speaking. The conclusion of this paper emphasizes that anxiety in English speaking is a significant barrier in the learning process. Therefore, teachers need to create a supportive and enjoyable learning environment to help students feel more comfortable and confident in using English in oral communication.

Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Dan Sosial Di Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 2 Kesumadadi Kecamatan Bekri Kabupaten Lampung Tengah

Kurikulum Merdeka hadir sebagai upaya pembaruan sistem pendidikan nasional dengan menekankan pembelajaran yang fleksibel, berpusat pada siswa, dan relevan dengan perkembangan zaman. Salah satu bentuk implementasinya adalah melalui pembelajaran IPAS di tingkat sekolah dasar, yang mengintegrasikan aspek alam dan sosial secara holistik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran IPAS di kelas IV SDN 2 Kesumadadi, Kecamatan Bekri, Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas IV, serta dokumen perangkat pembelajaran yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran telah mengarah pada prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka, meskipun masih terdapat aspek yang perlu ditingkatkan. Fokus pada pemahaman konsep, fleksibilitas kurikulum, dan penerapan asesmen formatif holistik telah diterapkan secara cukup efektif. Sebanyak 66,67% siswa mengaku mampu mengaplikasikan konsep IPAS dalam kehidupan sehari-hari, dan 73,33% merasa metode pembelajaran sesuai dengan kebutuhan belajar mereka. Namun, pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi dan pembentukan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila masih memerlukan penguatan dalam perencanaan dan pelaksanaannya. Tantangan yang dihadapi antara lain keterbatasan dalam perencanaan diferensiasi, penginternalisasian nilai-nilai Pancasila, serta peningkatan kemampuan guru dalam memberikan asesmen formatif yang konstruktif. Tingkat keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran IPAS di SDN 2 Kesumadadi berada pada kisaran 60–70%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran IPAS di SDN 2 Kesumadadi telah menunjukkan kemajuan ke arah yang sesuai dengan karakteristik Kurikulum Merdeka, namun perlu penguatan strategi pembelajaran agar seluruh prinsip Kurikulum Merdeka dapat diimplementasikan secara optimal dan merata kepada seluruh siswa.

Implementasi Pembelajaran Tematik Menggunakan Model Pembelajaran Webbed Siswa Kelas III Sekolah Dasar Negeri 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2024/2025

Pembelajaran tematik merupakan pendekatan yang digunakan di tingkat sekolah dasar untuk mengintegrasikan beberapa mata pelajaran dalam satu tema yang relevan dan bermakna. Salah satu model yang mendukung pendekatan ini adalah model pembelajaran webbed, yang bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir holistik, meningkatkan pemahaman konsep, serta mendorong keaktifan dan kreativitas siswa. Namun, pelaksanaan model webbed dalam pembelajaran tematik di SDN 1 Surakarta masih menghadapi berbagai kendala. Guru telah menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang memuat integrasi antarmata pelajaran, tetapi implementasinya di kelas belum mencerminkan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan kolaboratif. Pembelajaran masih banyak didominasi oleh metode ceramah, sementara kegiatan proyek, eksplorasi, dan diskusi masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan, dampak, dan kendala serta upaya dalam pelaksanaan pembelajaran tematik dengan model pembelajaran webbed di kelas 3  SDN 1 Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara administratif keterpaduan telah direncanakan dalam RPP, namun pelaksanaannya belum berjalan optimal. Dampaknya, keterlibatan siswa dalam pembelajaran masih rendah, keterampilan sosial belum berkembang merata, dan hasil belajar belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Evaluasi pembelajaran juga masih terbatas pada tes tertulis, belum mencakup penilaian proyek atau keterampilan yang bersifat autentik. Kendala utama yang dihadapi guru meliputi keterbatasan waktu, media pembelajaran, alat peraga, serta belum adanya pelatihan khusus terkait penerapan model webbed. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru, penyediaan sumber belajar yang memadai, serta perencanaan pembelajaran yang lebih kontekstual agar tujuan model webbed dapat tercapai secara optimal di kelas.

Analisis Interaksi Sosial Pada Novel Merindu Baginda Nabi Karya Habiburrahman El Shirazy sebagai Alternatif Bahan Ajar di Sekolah Menengah Atas

This study discusses social interactions in the novel Merindu Baginda Nabi by Habiburrahman El Shirazy as an alternative teaching material in high schools. The purpose of this study is to describe the social interactions in the novel Merindu Baginda Nabi by Habiburrahman El Shirazy and determine the feasibility of the novel as an alternative open material in high schools. The method used in this study is a descriptive method with a qualitative approach. The results of the study indicate that there are social interactions in the novel Merindu Baginda Nabi, namely 1) verbal interaction, 2) physical interaction, and 3) emotional interaction. The novel describes social interactions that often occur in everyday life, such as interactions between friends, family, and couples. The novel Merindu Baginda Nabi by Habiburrahman El Shirazy has met three criteria for selecting teaching materials, namely linguistic aspects, psychological aspects, and cultural background aspects. Therefore, high school teachers can use the novel as an alternative open material for high school students, especially in the Java area.

Penerapan Model Pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP

Abstract:  Mathematical problem-solving ability is considered a basic skill that is expected to be mastered by junior high school students, because this skill helps them understand, analyze, and solve various complex problems. However, the mathematical problem-solving ability of junior high school students is still low, only a small number of junior high school students are able to solve problems that require in-depth analysis and application of mathematical concepts in complex contexts. One alternative that can be done to improve the mathematical problem-solving ability of junior high school students is to apply the Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) learning model. The purpose of this paper is to explain the POGIL learning model in improving students' mathematical problem-solving ability. The POGIL learning model emphasizes learning that not only involves students in active learning activities, but also encourages group collaboration, discussion, and critical thinking to solve problems. The POGIL learning model generally uses 5 stages. Each stage in this model contributes to the effectiveness of learning and understanding of concepts by students. Therefore, applying the POGIL learning model can be an alternative in improving the mathematical problem-solving ability of junior high school students.   Keywords: Mathematics, POGIL, Problem Solving Ability.     Abstrak : Kemampuan pemecahan masalah matematis dianggap sebagai keterampilan dasar yang diharapkan dikuasai oleh siswa SMP, karena keterampilan ini membantu mereka memahami, menganalisis, dan menyelesaikan berbagai masalah yang kompleks. Namun, kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP masih rendah, hanya sebagian kecil siswa SMP yang mampu menyelesaikan soal yang membutuhkan analisis mendalam dan penerapan konsep matematika dalam konteks kompleks. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan masalah matematis siswa SMP adalah dengan menerapkan model pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL). Tujuan dari makalah ini adalah untuk menjelaskan model pembelajaran POGIL dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Model pembelajaran POGIL menekankan pembelajaran yang tidak hanya melibatkan siswa dalam aktivitas belajar aktif, tetapi juga mendorong kerja sama kelompok, diskusi, dan berfikir kritis untuk menyelesaikan masalah. Model pembelajaran POGIL secara umum menggunakan 5 tahapan. Setiap tahapan dalam model ini berkontribusi terhadap efektivitas pembelajaran dan pemahaman konsep oleh siswa. Oleh karena itu, menerapkan model pembelajaran POGIL dapat dijadikan alternatif dalam meningkatkan kemmapuan pemecahan masalah matematis siswa SMP.   Kata kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah, Matematika, POGIL.

Analisis Implementasi Pembelajaran Menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar di Kelas IV dalam Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar Negeri 2 Tanjung Aman Tahun Ajaran 2024/2025

Implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid, adaptif, dan kontekstual. Namun, dalam praktiknya, banyak sekolah masih menghadapi tantangan dalam menerapkan kurikulum ini secara menyeluruh. Salah satu mata pelajaran yang cukup terdampak adalah Matematika, yang menuntut pendekatan pembelajaran yang fleksibel dan diferensiatif sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. Di SDN 2 Tanjung Aman, penerapan Kurikulum Merdeka masih berada pada tahap awal dan belum konsisten di semua aspek pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Kurikulum Merdeka di kelas IV, khususnya dalam pembelajaran Matematika, melalui observasi, wawancara dengan guru, dan analisis dokumen pembelajaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 15 indikator Kurikulum Merdeka yang diamati, hanya 46,67% yang telah diterapkan secara konsisten. Dalam konteks pembelajaran Matematika, guru telah menyusun tujuan pembelajaran berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) dan menyampaikannya secara komunikatif. Namun, pendekatan pembelajaran masih bersifat klasikal dan belum mengakomodasi kebutuhan individual siswa, sehingga prinsip pembelajaran terdiferensiasi belum sepenuhnya diterapkan. Asesmen diagnostik belum dilaksanakan secara sistematis, yang berdampak pada kurang tepatnya strategi pembelajaran Matematika yang digunakan. Modul ajar Matematika juga belum dikembangkan secara kontekstual dan masih mengandalkan sumber eksternal tanpa disesuaikan dengan karakteristik siswa. Selain itu, pelaporan hasil belajar masih didominasi oleh angka tanpa narasi deskriptif yang mencerminkan proses dan capaian pembelajaran siswa secara menyeluruh. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya dalam pembelajaran Matematika, masih bersifat parsial dan memerlukan penguatan dalam berbagai aspek penting, seperti asesmen diagnostik, diferensiasi pembelajaran, pengembangan modul ajar, serta pelaporan yang holistik. Diperlukan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan agar guru mampu mengembangkan strategi pembelajaran Matematika yang kontekstual, adaptif, dan berpihak pada murid sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka.

Analisis Nilai Akhlak pada Novel Janji Karya Tere Liye sebagai Alternatif Bahan Ajar di Sekolah Menengah Atas

Permasalahan dalam penelitian ini adalah nilai akhlak dalam novel Janji karya Tere Liye . Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai akhlak pada novel Janji karya Tere Liye dan menentukan kelayakan novel tersebut sebagai alternatif bahan ajar di sekolah menengah atas. Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Pada penelitian ini ditemukan nilai akhlak mahmudah yang dominan adalah penolong terdiri dari tiga belas kutian diwakili oleh tokoh Bahar. Selanjutnya akhlak mazmumah yang dominan pada penelitian ini adalah berbuat aniaya terdiri dari sepuluh kutipan diwakili oleh toko Bahar. Novel berjudul Janji karya Tere Liye ini memenuhi kriteria sebagai bahan ajar sesuai dengan kompetensi dasar 3.9 yaitu menganalisis isi dan kebahasaan novel berdasarkan kurikulm 2013. Nilai akhlak yang terdapat dalam novel Janji karya Tere Liye ini diharapkan dapat dijadikan sebbagai gambaran manusia untuk mengatasi masalah yang terjadi di kehidupan bermasyarakat.  

Konflik Interpersonal dalam Novel A+ Karya Ananda Putri sebagai Alternatif Bahan Ajar di Sekolah Menengah Atas

Dalam penelitian ini dibahas mengenai konflik interpersonal pada novel A+ karya Ananda Putri sebagai alternatif bahan terbuka di sekolah menegah atas. Konflik interpersonal dalam penelitian ini dilihat berdasarkan tingkat konflik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat konflik interpersonal dalam novel A+ karya Ananda Putri dan menilai kelayakan novel A+ karya Ananda Putri sebagai alternatif bahan ajar di sekolah menegah atas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya lima level konflik dalam novel tersebut, yaitu level pertama perbedaan, level kedua kesalahpahaman, level ketiga ketidaksepakatan, level keempat tabrakan, dan level kelima polarisasi. Novel A+ karya Ananda Putri telah memiliki tiga kriteria pemilihan bahan terbuka, yaitu aspek kebahasaan, aspek kejiwaan (psikologi), dan aspek latar belakang budaya. Oleh karena itu, guru sekolah menengah atas dapat menggunakan novel A+ karya Ananda Putri sebagai bahan alternatif terbuka bagi siswa sekolah menengah atas khususnya di daerah perkotaan seperti Jakarta.

Analisis Implikatur pada Tokoh Utama dalam Cerpen Filosofi Kopi Karya Dee Lestari sebagai Alternatif Bahan Ajar di Sekolah Menengah Atas

Masalah dalam penelitian ialah Implikatur pada Tokoh Utama dalam Novel Filosofi Kopi Karya Dee Lestari sebagai Alternatif Bahan Ajar di Sekolah Menengah Atas. Tujuan dalam penelitian ini ialah mengetahui Implikatur pada Tokoh Utama dalam Novel Filosofi Kopi Karya Dee Lestari sebagai Alternatif Bahan Ajar di Sekolah Menengah Atas. Metode dalam penelitian ini ialah metode kualitatif. Pada hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat beberapa implikatur yang terbagi menjadi dua jenis yaitu implikatur konvensional dan percakapan. Di dalam implikatur yang telah dianalisis terdapat beberapa unsur-unsur yang mencakup implikatur konvensional berjumlah 17 data dan percakapan berjumlah 16 data. Implikatur dapat digunakan sebagai bahan ajar karena telah memenuhi syarat dari aspek bahasa, psikologi, dan latar belakang budaya. Dalam penelitian ini terdapat keseluruhan data berjumlah 33 data.   Kata Kunci : implikatur, bahan ajar

Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual Terhadap Hasil Belajar Menyimak Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 4 Tanjung Aman Tahun Ajaran 2024/2025

Pembelajaran menyimak merupakan hal yang sangat penting, menyimak artinya seseorang itu bukan hanya saja mendengar tetapi juga paham isi, kandungan, maksud serta tujuan yang sudah disampaikan. Di kelas V SD Negeri 04 Tanjung Aman, hasil belajar menyimak bahasa Indonesia masih tergolong rendah,  Contoh masalah yang terjadi adalah ketika materi bahasa Indonesia terkait cerita rakyat, guru membacakan cerita tersebut dengan gaya pembelajarannya tetapi pada saat sesi tanya jawab setelah cerita itu dibacakan siswa tidak mengerti yang ditanyakan oleh guru tersebut, Seperti tema dari cerita tersebut, amanat yang terkandung dalam cerita tersebut, sifat-sifat tokoh yang bisa diteladani dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media audio visual terhadap hasil belajar menyimak siswa Kelas V SD Negeri 4 Tanjung Aman Tahun Ajaran 2024/2025. Salah satu media yang tepat adalah media audio visual. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan tes. Desain yang digunakan adalah penelitian kuantitatif jenis Quasi Experimental Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V dan sampel yang terpilih adalah VA dan VB. Berdasarkan hasil penelitian serta pembahasan dari hasil analisis data didapati hasil berdasarkan pengujian hipotesis dengan uji t, yaitu thitung 9,789 dan untuk ttabel yaitu 2,002. Jadi hasil yang didapatkan yaitu thitung > ttabel sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan media audio visual terhadap hasil belajar menyimak siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 04 Tanjung Aman Tahun Ajaran 2024/2025.

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Make A Match Terhadap Hasil Belajar Materi Perubahan Wujud Benda di Kelas IV Sekolah Penagan Ratu Tahun Ajaran 2024/2025

Penerapan model pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar, membantu siswa untuk lebih mudah dalam memahami materi pembelajaran dan memberikan hasil yang optimal. Keberhasilan pembelajaran IPA di sekolah dasar sangat dipengaruhi oleh metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru dalam menyampaikan materi. Model pembelajaran  yang efektif berperan penting dalam menumbuhkan minat, rasa ingin tahu, serta pemahaman siswa terhadap pembelajaran IPA. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh penerapan model pembelajaran make a match terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam kelas IV di SDN 02 Penagan Ratu tahun ajaran 2024/2025. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis Quasi Eksperimen Design. Instrumen penelitian  penelitian yang digunakan adalah tes yang berbentuk soal pilihan ganda yaitu uji coba soal, pre-test dan post-test. Hasil analisis data pre-test diperoleh kelas kontrol Lhitung < Ltabel yaitu 0,136 < 0,200 dan untuk kelas eksperimen Lhitung < Ltabel yaitu 0,149 < 0,190 yang berarti kedua kelas tersebut bersistribusi noramal. Uji homogenitas pre-test diperoleh nilai varian  kelas eksperimen sebesar 128,56 dan vaians kelas kontrol sebesar 101,40, sehingga Fhitung<Ftabel atau 1,628 < 2,243 artinya data mempunyai varian homogen. Uji hipotesis data pre-test diperoleh nilai thitung 0,0683 dan ttabel 2,028 pada taraf signifikan 0,05. Data tersebut menunjukan bahwa kedua kelas berasal dari kelompok dengan kemampuan kognitif yang sama sehingga tidak terdapat perbedaan kemampuan awal antara kelas kontrol dan kelas eksperimen pada  materi perubahan wujud benda siswa kelas IV di SDN 02 Penagan Ratu sebelum diberi perlakuan. Hasil hipotesis post-test menggunakan rumus uji-t pooled variance didapatkan thitung 3,133 dan ttabel 2,028 pada taraf signifikan 0,05. Hasil tersebut mennjukan bahwa tthitung > ttabel, artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil uji hipotesis dapat disimpulkan adanya pengaruh penerapan model pembelajaran make a match terhadap hasil belajar materi perubahan wujud benda di kelas IV di SDN 02 Penagan Ratu Tahun ajaran 2024/2025.

Analisis Afiksasi Pada Teks Eksplanasi Buku Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Sekolah Dasar

Sebagai salah satu rujukan, buku mata pelajaran merupakan hal signifikan yang diperlukan dalam suatu proses pembelajaran di Indonesia. Hal yang sering ditemui atau didapatkan di dalam teks pada buku mata pelajaran adalah penggunaan bahasa, salah satu penggunaan bahasa adalah afiksasi yang merupakan bagian dari morfologi, afiksasi terdiri dari, prefiks, infiks, sufiks, konfiks, dan simulfiks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan afiksasi pada buku mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas V sekolah dasar. Jenis-jenis afiksasi yang dianalisis, yaitu prefiks, infiks, sufiks, konfiks, dan simulfiks. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Data penelitian ini adalah penggunaan afiksasi dari teks eksplanasi yang terdapat dalam buku mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas V sekolah dasar. Dalam penelitian ini ditemukan 184 kutipan yang memenuhi kriteria penggunaan afiksasi, yaitu penggunaan prefiks sebanyak 85 kutipan, infiks sebanyak 0 kutipan, sufiks sebanyak 26 kutipan, konfiks sebanyak 28 kutipan, dan simulfiks sebanyak 45 kutipan. Hal ini dapat diketahui bahwa penggunaan afiksasi prefiks yang paling banyak muncul di teks eksplanasi pada buku mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas V sekolah dasar, sedangkan penggunaan afiksasi yang tidak ditemukan di teks eksplanasi pada buku mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas V sekolah dasar adalah infiks. Pada proses afiksasi ditemukan juga afiksasi yang mengalami perubahan makna akibat pembentukan kata baru dan adanya imbuhan (afiks) yang dibubuhkan pada bentuk dasar kata, serta mengalami afiksasi dan perubahan makna, data yang ditemukan juga mendapatkan perubahan kelas kata. Hal tersebut terjadi karena adanya pengimbuhan sehingga membentuk kata baru, kata yang identitas leksikalnya tidak sama dengan kata dasarnya. Perubahan kelas kata yang terjadi, yaitu adjektiva dan verba bahkan dapat membentuk kelas kata nomina.

An Analysis of Students' Self-efficacy in Speaking Skill at Seventh Semester Students for The English Education Study Program at Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Self-efficacy is someone's self-efficacy of the skills or talents that have been owned. In speaking skills self-efficacy has an important role for the success of students in completing the tasks given by lecturers. The purpose of this study is to find out what factors cause students' self-efficacy in speaking skills and dominant factors. There are two research questions discussed in this study, (1) What are the causes of self-efficacy students in speaking skills?, And (2) What are the dominant factors of high causes or low self-efficacy students in speaking skills? This research was conducted using a descriptive qualitative approach. Participants in the study were students of the seventh semester English language study program at the University of Muhammadiyah Kotabumi. In conducting this research, researchers obtained data through a questionnaire. The results of this study indicate that of 8 students 4 of them have high self-efficacy and 2 low. From the results of the data it can be seen that the average student is able to deal with different situations when completing the task. But behind the ability of students in the face of the situation, there are still those who sometimes have doubts about their own abilities. And that can happen because of several factors causing. The factors in question are previous successful experiences, encouragement from others, and psychological situations. Of these Three Factors, Experience of The Past Success and Psychological Condition Action Factors That Have A Big Impact on Students' Self-efficacy in Speaking Skills.

Pengaruh Penggunaan Media Visual Gambar Terhadap Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Materi Siklus Air Kelas V di Sekolah Dasar Negeri 02 Semuli Raya Tahun Pelajaran 2024/2025

Guru di sekolah dasar masih menggunakan metode ceramah dalam mata pelajaran ilmu pengetahuan alam. Terutama pada materi siklus air, hasil belajar siswa di SD N 02 Semuli Raya tergolong rendah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penggunaan media visual gambar terhadap hasil belajar IPA materi siklus air siswa kelas V di SDN 02 Semuli Raya. Metode penelitian ini adalah kuantitatif jenis quasi experimental. Instrumen penelitian adalah tes pilihan ganda 30 soal. Hasil analisis data hasil pretest kelas eksperimen rata-rata 50,5, pada kelas kontrol 43,2. Hasil uji normalitas data pretest signifikansi 0,543 kelas eksperimen dan 0,221 kelas kontrol sehingga lebih besar dari 0,05. Hal ini berarti data berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Uji Homogenitas data pretest signifikansi 0,283 > 0,05. Uji hipotesis data pretest nilai thitung 2.754 > ttabel 2.100, nilai signifikansi p value 0,009 < 0,05, artinya H0 ditolak dan Ha diterimaHasil uji hipotesis data posttest didapatkan bahwa nilai thitung 2.145 dan ttabel 2.100. Hasil tersebut menunjukkan bahwa thitung > ttabel, artinya H0 ditolak atau Ha diterima. Hal ini menunjukkan terdapat pengaruh penggunaan media visual gambar terhadap hasil belajar IPA materi siklus air siswa kelas V di SDN 02 Semuli Raya.

Unsur Intrinsik Pada Novel Perahu Kertas Karya Dewi Lestari sebagai Bahan Ajar di Sekolah Menengah Atas

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur intrinsik dalam novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari. Unsur intrinsik yang dianalisis mencakup tokoh, penokohan,latarr/setting ,tema,Alur/plot ,gaya bahasa, amanat,sudut pandang. Tema utama dari novel ini adalah pencarian jati diri dan perjuangan cinta, dengan tokoh-tokoh utama yang kompleks seperti Kugy dan Keenan, yang memiliki karakter unik dan berkembang sepanjang cerita. Alur yang digunakan adalah alur campuran, di mana penulis sering kali menggunakan kilas balik untuk memperkuat perkembangan karakter dan cerita. Latar tempat dan waktu sangat mendukung suasana cerita, memberikan kedalaman pada peristiwa yang dialami tokoh. Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang ketiga serbatahu, yang memungkinkan pembaca memahami perasaan dan pikiran tokoh dengan mendalam. Gaya bahasa yang puitis dan penuh simbolisme, seperti perahu kertas yang menjadi simbol impian, memperkaya novel ini dan memberikan daya tarik tersendiri. Amanat yang disampaikan oleh Dewi Lestari adalah pentingnya keberanian untuk mengejar mimpi dan menjadi diri sendiri. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa unsur intrinsik dalam Perahu Kertassaling mendukung dan menguatkan satu sama lain, menciptakan karya yang memikat dan inspiratif bagi pembaca. Kata Kunci : Tokoh dan penokohan,latar,Tema,Alur,Gaya bahasa,Amannat,dan Sudut pandang.

Pembelajaran Aritmatika Sosial Berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics untuk meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP

Kemampuan pemecahan masalah dalam materi aritmatika sosial pada kenyataanya masih rendah. Ini disebabkan siswa yang cenderung kurang minat dalam belajar. Sehingga mengakibatkan siswa kesulitan dalam memahami konsep, menemukan solusi, menerapkan solusi dan memeriksa kembali, dalam pemecahan masalah.  Untuk mengupayakan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada siswa dalam materi aritmatika sosial maka dilakukan pendekatan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, And Mathmatics (STEM). Penulisan makalah ini bertujuan untuk mendiskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi aritmatika sosial. Karena, STEM merupakan pendekatan yang berfokus pada pemecahan masalah yang terkait langsung dalam dunia nyata. STEM menggabungkan 4 disiplin ilmu yaitu sains, teknologi, rekayasa, dan matematika, yang akan membuat daya tarik siswa dalam belajar sehingga dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada pembeljaran aritmatika sosial.

Penerapan Metode Fun Teaching Dalam meningkatkan Hasil belajar pada tema benda di sekitarku kelas III di SD Negeri 1 Pungguk Lama Tahun pelajaran 2024/2025

Abstract: Less innovative learning methods that occur at State Elementary School 01 Pungguk Lama cause low student learning outcomes. This study aims to improve thematic learning outcomes on the theme of objects around me using the Fun Teaching method for students at State Elementary School 01 Pungguk Lama. This research included classroom action research consisting of two cycles. Each cycle consists of four activities, namely planning, implementation, observation and reflection stages. The subjects used in this study were third grade students of State Elementary School 01 Pungguk Lama consisting of 30 students. The results of cycle I showed that student learning outcomes were still below the predetermined completeness criteria, while cycle II showed that student learning outcomes had reached the predetermined success criteria with the percentage of students who obtained more than the completeness criteria in cycle I by 43% and cycle II by 93%. Based on the results of the research conducted, it can be concluded that the use of the Fun Teaching method can improve the learning outcomes of third grade students at Negeri 1 Pungguk Lama Elementary School in 2024/2025.   Keywords: fun teaching, learning outcomes, students, thematic learning     Abstrak: Metode pembelajaran yang kurang inovatif yang terjadi di Sekolah Dasar Negeri 01 Pungguk Lama sehingga menyebabkan hasil belajar siswa rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil pembelajaran tematik tema benda di sekitarku menggunakan metode Fun Teaching siswa di Sekolah Dasar Negeri 01 Pungguk Lama. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas yang terdiri atas dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat aktivitas yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu siswa-siswi kelas III Sekolah Dasar Negeri 01 Pungguk Lama yang terdiri atas 30 siswa. Hasil siklus I menunjukkan bahwa hasil belajar siswa masih di bawah kriteria ketuntasan yang telah ditetapkan, sedangkan siklus II menunjukkan bahwa hasil belajar siswa sudah mencapai kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan dengan persentase siswa yang memperoleh lebih dari kriteria ketuntasan pada siklus I sebesar 43% dan siklus II sebesar 93%. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode Fun Teaching dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III di Sekolah Dasar Negeri 1 Pungguk Lama pada tahun 2024/2025   Kata Kunci: fun teaching, hasil belajar, siswa, pembelajaran tematik

Representasi Kehidupan dalam Kumpulan Puisi Perjamuan Khong Guan Karya Joko Pinurbo sebagai Alternatif Bahan Ajar di Sekolah Menengah Atas

Masalah dalam penelitian ini ialah representasi kehidupan dalam kumpulan puisi Perjamuan Khong Guan karya Joko Pinurbo sebagai alternatif bahan ajar di sekolah menengah atas. Tujuan dalam penelitian ini ialah mendeskripsikan representasi kehidupan dalam kumpulan puisi Perjamuan Khong Guan karya Joko Pinurbo sebagai alternatif bahan ajar di sekolah menengah atas. Metode dalam penelitian ini ialah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pada hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat 60 data representasi kehidupan dalam kumpulan puisi Perjamuan Khong Guan karya Joko Pinurbo. Data tersebut terdiri dari kehidupan sosial berjumlah 25 data, tradisi budaya10 data, struktur sosial 10 data, dan pola interaksi antar individu kelompok 10 data. Berdasarkan tiga kriteria pemilihan bahan ajar kumpulan puisi Perjamuan Khong Guan karya Joko Pinurbo dijadikan sebagai alternatif bahan ajar di sekolah menengah atas. Skripsi dalam makna emotif dapat digunakan oleh guru mata pelajaran bahasa Indonesia di sekolah menengah atas. Guru dapat menggunakan kumpulan puisi Perjamuan Khong Guan karya Joko Pinurbo sebagai alternatif bahan pembelajaran. Berdasarkan aspek bahasa, psikologis, dan latar belakang budaya siswa, kumpulan puisi ini dapat dijadikan sebagai alternatif bahan ajar pada pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah menengah atas.   Kata kunci : representasi kehidupan,  kumpulan puisi Perjamuan Khong Gu karya Joko Pinurbo, bahan ajar 

Pengaruh Pemberian Hadiah Terhadap Motivasi Belajar Matematika Siswa SD Soekarno Hatta Kotabumi TP. 2024/2025

Masalah pada penelitian ini adalah kurangnya motivasi belajar siswa yang menyebabkan banyaknya siswa yang belum mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif yang dilaksanakan pada jenjang sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian reward (hadiah) terhadap motivasi belajarsiswa Sekolah Dasar Soekarno Hatta Kotabumi. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan 32 siswa sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Pada angket pemberian hadiah dalam analisis reliabilitas mendapatkan hasil (r11= 0,799) sedangkan angket motivasi belajar siswa didapatkan hasil (r11=0,806). Data analisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Pada angket pemberian hadiah di peroleh Lhitung sebesar 0,137 sedangkan untuk angket motivasi belajar didapatkan Lhitung sebesar 0,151, jadi kedua angket ini berdistribusi normal. Uji hipotesis terdapat pengaruh pemberian hadiah terhadap motivasi belajar dengan koefisien korelasi rxy sebesar 0,797 dengan rtabel = 0,349 dengan kriteria rhitung > rtabel, berdasarkan data tersebut disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian hadiah (reward) terhadap motivasi belajar siswa di SDS Soekarno hatta kotabumi Tahun Pelajaran 2024/2025.  

Pengaruh Motivasi Belajar terhadap Prestasi Akademik Siswa SMP

Studi pada Kelas VIII SMP Abung Selatan

This study aims to examine the influence of learning motivation on the academic achievement of junior high school (SMP) students. Learning motivation is an essential internal factor that drives students to actively engage in the learning process and achieve optimal academic outcomes. At the junior high school level, students experience a dynamic phase of psychological development, making motivation a central factor in determining their academic success. This research employs a quantitative approach using the survey method. Data were collected through questionnaires distributed to junior high school students as respondents. The variables studied include learning motivation as the independent variable and academic achievement as the dependent variable. The results reveal a significant influence of learning motivation on students’ academic achievement. Students with high levels of motivation tend to have better academic performance compared to those with low motivation. These findings indicate that increasing students’ learning motivation can be an effective strategy to enhance academic outcomes. Therefore, it is crucial for teachers, parents, and schools to create a supportive learning environment and provide encouragement that fosters and sustains students’ motivation. This study is expected to contribute to the development of more effective, student-centered learning strategies.

Faktor Internal Penghambat Membaca Permulaan Siswa Kelas II Sekolah Dasar Negeri 4 Tanjung Aman Tahun Pelajaran 2024/2025,

Kemampuan membaca permulaan merupakan keterampilan dasar yang sangat penting bagi siswa sekolah dasar sebagai fondasi untuk memahami pelajaran lainnya. Namun, masih banyak siswa kelas 2 di SDN 4 Tanjung Aman yang mengalami kesulitan dalam membaca permulaan, seperti mengenali huruf, mengeja suku kata, membaca kata dan kalimat sederhana, serta menunjukkan kurangnya percaya diri dan minat dalam membaca. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor internal yang menjadi penghambat dalam kemampuan membaca permulaan siswa kelas 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas II yang mengalami kesulitan membaca dan guru kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal yang menghambat kemampuan membaca permulaan meliputi keterbatasan kesiapan kognitif (15 siswa), kesulitan fonologis (17 siswa), gangguan konsentrasi dan perhatian (21 siswa), kurangnya motivasi (22 siswa), rendahnya rasa percaya diri (23 siswa), minat baca rendah (20 siswa), dan hambatan fisik serta neurologis yang tidak ditemukan. Kesimpulannya, hambatan membaca permulaan siswa kelas 2 lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi internal siswa yang perlu ditangani melalui pendekatan pembelajaran yang lebih tepat, personal, dan suportif.

Analisis Emosi Tokoh dalam Novel Hati Suhita Karya Khilma Anis sebagai Alternatif Bahan Ajar di Sekolah Menengah Atas

Masalah dalam penelitian ini adalah emosi tokoh dalam novel Hati Suhita karya Khilma Anis sebagai alternatif bahan ajar di sekolah menengah atas. Tujuan dari penelitian tersebut adalah pendeskripsian emosi tokoh dalam novel Hati Suhita karya Khilma Anis dan penentuan kelayakan novel sebagai alternatif bahan ajar di sekolah menengah atas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat emosi tokoh dalam novel Hati Suhita karya Khilma Anis, yang dialami oleh tokoh Suhita, Birru, Rengganis, dan Mbah Putri. Emosi yang dirasakan oleh tokoh-tokoh tersebut, yaitu 1) rasa bersalah, 2) rasa bersalah yang dipendam, 3) rasa malu, 4) kesedihan, 5) kebencian, dan 6) cinta. Novel Hati Suhita karya Khilma Anis layak dijadikan sebagai alternatif bahan ajar di sekolah menengah atas karena telah memenuhi kriteria pemilihan bahan ajar, yaitu aspek bahasa, psikologis, dan latar belakang budaya siswa. Dilihat dari aspek bahasa, dalam novel tersebut digunakan bahasa Indonesia sehari-hari, bahasa daerah (Jawa), dan asing (Arab dan Inggris). Pada aspek psikologis, novel tersebut dapat dijadikan pembelajaran bagi siswa melalui emosi yang dirasakan tokoh, seperti mengendalikan rasa sedih dan menumbuhkan rasa cinta. Aspek latar belakang budaya, novel tersebut memiliki latar belakang budaya Jawa. Kata kunci: bahan ajar di SMA, emosi tokoh, Hati Suhita, Khilma Anis.

Dampak Desain Pembelajaran Case Study Pada Mata Kuliah Pengantar Dasar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

The purpose of this study is to determine the impact of case study learning design on introductory social studies courses. The research method used is the literature review method. The literature review method is used as a step to find relevant sources. From the results of the source analysis, it was obtained that the case study learning design has an impact on the process of student understanding in analyzing and solving problems.

Analisis Gaya Bahasa Kiasan Pada Lirik Lagu Dewa 19 dalam Album Bintang Lima Sebagai Alternatif Bahan Ajar di Sekolah Menengah Atas

Permasalahan dalam penelitian ini adalah gaya bahasa kiasan pada lirik lagu Dewa 19 dalam album Bintang Lima sebagai alternatif bahan ajar di sekolah menengah atas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa kiasan yang terdapat pada lirik lagu Dewa 19 dalam album Bintang Lima, serta menilai kelayakan sebagai alternatif bahan ajar di sekolah menengah atas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari enam belas jenis gaya bahasa kiasan, hanya terdapat empat jenis gaya bahasa kiasan pada lirik lagu Dewa 19, yaitu simile (10 data), metafora (2 data), hiperbola (7 data), dan personifikasi (9 data), dengan total keseluruhan 28 data. Gaya bahasa yang ada di dalam album Bintang Lima dapat dijadikan pembelajaran bagi siswa di sekolah menengah atas. Lirik lagu Dewa 19 dalam album Bintang Lima layak dijadikan sebagai alternatif bahan ajar di sekolah menengah atas karena telah memenuhi kriteria pemilihan bahan ajar yang terdiri atas tiga aspek, yaitu aspek bahasa, psikologis, dan latar belakang budaya siswa.  Kata kunci: album bintang lima, bahan ajar di SMA, Dewa 19, gaya bahasa kiasan

Indexer Sites